Kategori
Berkebun

10 Benih Cabe Terbaik, Cabe Rawit dan Cabe Besar

Ingin menanam cabe rawit atau cabe besar dirumah agar ketika sewaktu-waktu harganya melambung tinggi Anda tidak merasa kelimpungan? Sebenarnya itu mudah, karena tanaman cabe bisa ditanam menggunakan media polybag atau pot, dan tidak harus di lahan atau tanah yang luas langsung.

Pilihan teknik atau cara menanam cabe yang bisa Anda lakukan ada 2 yakni penanaman secara organik dan penanaman konvensional. Perbedaan yang paling mendasar diantara kedua teknik penanaman tersebut terletak pada penggunaan pupuk dan juga pestisida yang digunakan.

Penanaman organik hanya menggunakan pupuk kompos, pupuk kandang, atau jenis pupuk cair yang difermentasi yang berasal dari bahan alami lainnya termasuk limbah rumah tangga dari sisa-sisa sayuran dan buah-buahan. Sedangkan untuk penanaman konvensional menggunakan pupuk kimia sintetis dan juga pestisida kimia sintetis.

Penyebab harga cabe rawit tidak stabil

penyebab harga cabe mahal
gambar: antaranews.com

Hampir setiap tahun selalu terjadi lonjakan harga cabai terutama jenis cabe rawit merah yang bahkan harganya bisa tembus hingga di angka Rp100 ribuan per 1 kg.

Dan menurut laporan dari pihak Kementerian Pertanian seperti yang BestList kutip dari IDXChannel, beberapa penyebab yang menyebabkan harga cabai rawit mahal dikarenakan banyaknya tanaman cabe yang mati terkena hama penyakit dan juga produktivitas yang menurun dikarenakan faktor cuaca.

Oleh karena itulah ketika di Indonesia terjadi lonjakan harga cabe, maka yang paling sering terjadi adalah ketika sedang musim hujan, dan jarang sekali atau bahkan belum pernah terjadi ketika musim kemarau.

Cara menanam cabe rawit yang baik

Untuk Anda yang baru pertama kali ingin menanam cabai dan belum terlalu tahu cara menyemai biji cabe hingga memindahkannya ke pot atau polybag, berikut ini ada video tutorial lengkap cara menanam cabe di dalam pot atau polybag.

Video tutorial cara menanam cabe yang baik

10 Rekomendasi Merk Benih Cabe Rawit dan Cabe Besar Yang Bagus

benih cabe rawit terbaik
gambar: liputan6.com

Setelah melihat video tutorial tentang cara menanam tanaman cabe seperti diatas, kini saatnya Anda memilih biji atau benih cabe rawit yang berkualitas baik.

1. Benih Cabe Rawit Dewata 43 F1

Benih Cabe Rawit Dewata 43 F1

Rekomendasi merk benih cabe yang pertama adalah DEWATA 43 F1, yang merupakan cabai rawit hibrida yang dikeluarkan oleh merk Cap Panah Merah yang cocok apabila ditanam di dataran rendah ataupun dataran tinggi.

Tipe cabe ini merupakan cabe hibrida yang berbentuk besar yang dalam satu kilogram cabai, bisa terdiri dari 450-500 buah cabai dengan ukuran panjang rata-rata antara 4 sampai 5 cm dengan diameter 0,6-0,7 cm.

Umtuk umur panen meskipun berbeda-beda dan sangat tergantung dari perlakukan penanaman, rata-rata dapat dipanen antara 70-75 hari setelah tanam.

Cabe rawit DEWATA 43 F1 ini dapat dipanen dalam tiga tingkatan kematangan yang ditandai dengan tiga warna berbeda seperti warna muda (kuning) setengah matang (oranye) dan matang (merah cerah).

2.Benih Cabe Rawit Nirmala F1

Cabe Rawit Nirmala F1

Varietas cabe rawit unggul favorit petani

Untuk Anda yang sering berbelanja cabe di pasar atau tukang sayur keliling, mungkin sebagian besar varietas yang paling sering Anda lihat adalah varietas ini atau varietas lain yang masih mirip.

Pada kondisi media tanam yang subur dan mengandung unsur-unsur hara lengkap yang diperlukan tanaman, ketika pertumbuhan tanaman cabai nirmala sudah besar dan cukup lebat daunnya, dalam waktu 90 hari setelah tanam sudah bisa dipanen.

3. Benih Cabe Rawit Hijau Bara

Benih Cabe Rawit Hijau Bara

Cabai rawit hijau lokal yang lebih tahan hama

Bara merupakan cabe rawit lokal yang buahnya memiliki ukuran panjang maksimal sekitar 4 cm saja. Bisa dipanen dalam 2 tingkatan ketika masih berwarna hijau dengan tingkat kepedasan sedang, atau ketika sudah berwarna merah dengan tingkat pedas maksimal.

Jika dibandingkan dengan varietas diatas, varietas Bara lebih memiliki ketahanan terhadap berbagai serangan hama seperti bakteri Pseudomonas solanacearum yang dapat menyebabkan tanaman layu dan mati.

4. Benih Cabai Rawit Hijau Robin Hibrida F1

Cabai Rawit Hijau Robin Hibrida F1

Melengkapi kebutuhan benih cabe rawit hijau diatas, yang satu ini merupakan varietas Robin yang diproduksi oleh sebuah perusahaan benih dan bibit lokal yang bernama Pertiwi.

Cabai ini memiliki rasa yang cukup pedas dan termasuk jenis hibrida karena memiliki ukuran panjang hingga 6 cm dengan diameter buahnya sekitar 1 cm.

5. Cabai Rawit Gatra Putih IPB

Cabai Rawit Gatra Putih IPB

Benih cabe rawit Gatra Putih ini disediakan oleh Botani Seed yang merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi benih dalam jumlah besar.

Botani Seed didukung oleh IPB atau Institut Pertanian Bogor sehingga untuk kualitasnya tidak perlu Anda ragukan lagi.

Cabe rawit putih varietas ini bisa menghasilkan panel hingga 17 ton per hektar dengan umur panen antara 95 sampai dengan 105 hari setelah tanam.

6. Benih Cabai Rawit Bonita IPB

Cabai Rawit Bonita IPB merupakan varietas cabai yang bisa dikatakan sebagai salah satu varietas spesial yang dilepaskan langsung oleh tim pemulia Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB.

Cabai Bonita memiliki keunggulan produktivitas tinggi dengan bobot buah 2,68 – 3,38 gram dan beradaptasi baik di dataran rendah maupun dataran tinggi tinggi. Memiliki ukuran buah yang relative besar dan rasa yang sangat pedas.

7. Benih Cabai Besar Pilar F1

Benih Cabai Besar Pilar F1 cap panah merah

Rekomendasi yang keenam bukan lagi jenis cabe rawit akan tetapi cabe merah besar. Dan PILAR ini adalah varietas cabai besar unggulan merk Cap Panah Merah yang direkomendasikan untuk ditanam di dataran menengah sampai tinggi.

Dalam satu kilogram cabai, terdapat 50-60 buah dengan panjang 18cm dan diameter 1.8- 2 cm. Umur Panen PILAR bervariasi menurut dataran tempat tanam, rerata antara 105-120 hari setelah tanam.

Selain memiliki ketahanan terhadap hama layu, benih cabe besar varietas PILAR juga memiliki ketahanan terdahadap hama penyakit tanaman busuk batang Phytophthora capsici.

8. Cabe Keriting Lado F1

Cabe Keriting Lado F1 terbaru

Kebanyakan cabe besar keriting memiliki tingkat pedas yang lebih tinggi dari cabe besar merah biasa, dan untuk varietas LADO ini tidak jauh berbeda dengan kebanyakan varieras lainnya yang paling banyak ditanam oleh pera petani di Indonesia.

Cabai keriting Lado ini disarankan untuk ditanam di dataran rendah sampai menegah. potensi hasil mencapai 1,2-1,5 kg per tanaman. Dalam satu kilogram cabai, terdapat 150-180 buah cabai dengan ukuran rata-rata antara 15 sampai dengan 18cm dengan diameter 0,7-0,9 cm.

9. Benih Cabai Merah Besar Anies IPB

Benih Cabai Merah Besar Anies IPB

Cabe besar genjah yang cepat panen

Varietas ini termasuk jenis cabe besar genjah yang dapat di panen dalam waktu yang lebih cepat dari kebanyakan tanaman cabe besar lain. Per satu tanaman cabe besar varietas Anies yang dikeluarkan oleh IPB ini bisa menghasilkan antara 44 sampai dengan 74 buah.

Digolongkan kedalam varietas genjah atau yang lebih cepat panen dari kebanyakan jenis yang lainnya, karena cabe besar ini bisa memulai panen pada 76 hari setelah tanam.

10. Benih Cabai Rawit Centil Known You Seed

Benih Cabai Rawit Centil Known You Seed

Rekomendasi yang terakhir atau yang kesepuluh adalah sebuah varietas cabe yang cepat panen yang bahkan bisa mulai di panen sejak umur 2 bulan dan bahkan ada yang kurang.

Meskipun aslinya adalah sebuah perusahaan bibit dan produk-produk hortikultura lainnya di negara Taiwan, saat ini sudah memiliki cabang juga di Indonesia yakni PT Known You Seed Indonesia yang beralamat di Magelang Jawa Tengah.

Baca juga rekomendasi:

Benih Sayuran Terbaik.

Semprotan Tanaman Terbaik.

Pupur Organik Terbaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *